Diberdayakan oleh Blogger.

Konsep Dasar Hipertensi

|| || || 1 komentar

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai Makanan yang Harus dihindari bagi Penderita Hipertensi, pada postingan kali ini Ramadhani Blog akan menjelaskan mengenai Konsep Dasar Hipertensi.

KONSEP DASAR
HIPERTENSI

    Tekanan darah adalah kekuatan yang memungkinkan darah mengalir dalam pembuluh darah untuk beredar dalam seluruh tubuh . Darah perlu beredar keseluruh jaringan tubuh karena darah adalah pembawa oksigen serta zat-zat lain yang dibutuhkan oleh seluruh jaringan tubuh supaya dapat hidup dan bagian – bagian tubuh itu dapat bekerja melaksanakan masing – masing tugasnya.

    Secara langsung ukuran tekanan darah itu dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain :
1.    Kekuatan jantung
2.    Keadaan pembuluh darah nadi terutama tahanan pembuluh tersebut terhadap mangalirnya darah.
3.    Volume serta kepekaan darah.

Di samping tiga faktor ini ada macam – macam faktor lain yang dapat mempengaruhi  keadaan jantung, pembuluh darah maupun darah. Sehingga secara tidak langsung faktor itu juga berpengaruh pada tekanan darah, faktor ini adalah :
1.    Keadaan sistem saraf vegetatif yang sangkut pautnya pula dengan aktivitas fisik,
2.    Aktivitas beberapa kelenjar buntu, ketegangan batin, banyaknnya merokok.
3.    Keadaan ginjal
4.    Makanan sehari-hari, terutama banyaknya  garam  dalam makanan.

Menurut sebabnya, Hipertensi dapat dibedakan dalam dua golongan besar yaitu :
1.    Hipertensi Primer atau Hipertensi Esensial
Dari golongan ini merupakan lebih dari  90 % dari Hipertensi yang terdapat dalam masyarakat ini, belum diketahui pasti penyebab. Selain itu kebanyakan  penderita hipertensi esensial tidak menunjukkan keluhan atau gejala – gejala dari penyakit hipertensinya. 
2.    Hipertensi sekunder
Dari golongan hipertensi ini diketahui sebab-sebabnya dan kalau sebab itu  segera diketahui dan dapat diatasi , hipertensi ini dapat sembuh kembali. Ada beberapa kalainan penyebab hipertensi yang dapat disingkirkan dengan pembedahan misalnya : Koaretasio aortae, suatu kelainan bawaan sejak lahir berupa penyempitan pada batang nadi. Penyempitan pada salah satu pembuluh  darah yang mengantarkan darah ke ginjal. Hipertensi sekunder karena sebab-sebab lain antara  hipertensi renal yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit ginjal. Hipertensi karena naiknya tekanan  darah dalam  rongga tenggorokan kepala, misalnya karena adanya tumor dalam rongga kepala, perdarahan  dalam rongga kepala karena pecahnya pembuluh darah  akibat truma atau sebab- sebab lain karena penyakit saraf lain.

    Diagnosanya hipertensi tidak dapat dibuat dengan tepat  berdasarkan satu pemeriksaan  saja, meskipun pada pemeriksaan itu terdapat tekanan darah yang tergolong hipetensi. Dalam diagnosa hipertensi perlu diterangkan pula apakah hipertensi itu primer atau sekunder dan jikalau sekunder apa penyebabnya. Selain mencari penyebab hipertensi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan pula untuk mengetahui ada tidaknya komplikasi sebagai akibat hipertensi. Kelainan – kelainan yang terjadi sebagai akibat hipertensi dapat terjadi pada :
1.    Pembuluh darah
2.    Jantung dan ginjal
3.    Mata dan otak.

Gejala dan tanda – tanda Hipertensi :
1.    Sakit kepala hebat dan tiba- tiba, kebanyakan berlokasi di daerah tengkorak terutama pada pagi hari.
2.    Penglihatan kabur
3.    Anorexia, muntah –muntah
4.    Susah tidur
5.    Berdebar-debar.
6.    Mudah lelah.
 Tingkatan tingkatan Hipertensi
1.    Hipertensi Ringan    : bila tekanan diastole = 95 – 144 mmHg 
2.    Hipertensi Sedang    : bila tekanan diastole = 115 – 129 mmHg
3.    Hipertensi  Berat    : bila tekanan diastole =  130 mmHg.
  Ini juga sering krisis hipertensi
Pelaksanaan :
1.    Diet rendah garam
2.    Hindari strees
3.    Pengobatan
4.    Istirahat yang cukup.
5.    Olah raga

Demikian artikel mengenai Konsep Dasar Hipertensi. Baca juga mengenai Makanan yang Harus dihindari bagi Penderita Hipertensi
/[ 1 komentar Untuk Artikel Konsep Dasar Hipertensi]\

Posting Komentar

Komentar anda adalah motivasi bagi saya untuk kemajuan blog ini